Yamaha Semakin Terdepan: Bukti Hasil Kerja Keras
Submitted by ahmaddani on April 10, 2007 - 08:35. Informasi | Indie Offset | MarketingBukan karena saya penggemar Dewa 19, bila saya ingin mengajak kita untuk mencermati iklan terbaru Yahama dengan latar musik yang dinyanyikan grup band Dewa 19, ada suatu nuansa yang berbeda di sana. Seolah suatu pesta untuk merayakan sesuatu.
Setelah menilik berita yang di lansir detikfinance, Tebas Honda, Yamaha No:1, penjelasan tentang perayaan pesta menjadi terlihat jelas.
Secara pribadi, saya sangat ingin menantikan masa ini terjadi. Karena bila tidak, fungsi-fungsi marketing tidak akan mempunyai bobot lagi. Bagaimana tidak, Yamaha telah melakukan banyak sekali terobosan baru di dunia marketing. Image branding yang dilakukan dengan menampilkan aktor papan atas Dedy Mizwar dan Dedi Petet dilakukan dengan banyak cara. Mulai dengan trusted "bebek", sampai pada kualitasnya.
Yang selalu dijaga adalah Yamaha selalu ingin menunjukkan sebagai produk tercepat. Baju Gombal, gaya terbang, dan bahkan aksi meruntuhkan jembatan oleh Komeng semakin memantapkan posisinya. Dan saya yakin, setiap orang akan menganggap bahwa Jupiter MX adalah bebek yang paling cepat. Karena memang Jupiter MX memiliki 135 CC yang tidak dimiliki bebek lainnya.
Ditambah lagi, dengan direkrutnya Valentino Rossi sebagai pembalab MotoGP Yamaha dan pengorbitan "From Zerro to Hero" Doni Tata ke tingkat internasional, semakin menambah kepercayaan masyarakat sebagai produk kebanggan Indonesia.
Bandingkan dengan Honda, mungkin karena merasa di atas(sebelumnya) Honda sedikit sekali, atau kalau boleh dikatakan tidak sama sekali melakukan terobosan baru.
Bahkan yang menurut saya blunder terbesar adalah, Honda menyajikan produk baru dengan kualitas yang semakin turun. Mulai dengan dikeluarkannya Supra Fit, dan sekarang semakin turun lagi dengan adanya Fit S. Jika ini diteruskan, image Honda akan semakin tertanam, kalo mau nyari yang murahan, kualitas pas-pasan, ya Honda saja motornya.
Saya kira Customer behavior telah berubah, dulu Honda bisa jaya sebagi motor para "priyayi". Tapi sekarang sepertinya jarang (atau bahkan nggak ada) yang mau disebut "priyayi". Sebutan keren, modif dan sportif lebih menggema dikalangan pengguna motor.
Dengan pembuktian hasil nyata kerja keras Yamaha ini, dapat kita jadikan acuan, bahwa segalanya bisa mungkin di dunia marketing, asal dilakukan dengan penuh semangat, perhitungan matang dan terarah pada visi-misi yang jelas.


Recent comments
10 weeks 3 days ago
10 weeks 4 days ago
22 weeks 1 day ago
27 weeks 1 day ago
28 weeks 2 days ago
30 weeks 4 days ago
31 weeks 3 days ago
31 weeks 3 days ago
32 weeks 2 days ago
33 weeks 3 days ago