yo 'i, sebagaimana bentuk planning yang lain, SKU memang rumit menjalankannya. Yang menjadi penekanan disini bukan masalah rumitnya "actuating" dari sebuah planning karena ini urusan yang berbeda. Tapi pentingnya "planning" dari sebuah "actuating".
"Just do it!", "Learning by doing" atau yang lainnya tanpa persiapan sebuah "plan" yo sama aja dengan buang uang. Mending dikasihkan aku aja!.. eh salah dikasihkan yang lebih membutuhkan.
Sebuah plan untuk usaha kecil, tidak harus menghitamkan kertas putih, meski terkadang ini sangat dibutuhkan.
Walah, koq malah "boso londo" yang keluar, padahal waktu kuliah nggak pernah dapat bagus.
BTW, usahamu meningkatkan juga berkat sebuah SKU kacangan, kan. Hayo ngaku siapa yang buat landasan SKUnya?
yo 'i, sebagaimana bentuk
yo 'i, sebagaimana bentuk planning yang lain, SKU memang rumit menjalankannya. Yang menjadi penekanan disini bukan masalah rumitnya "actuating" dari sebuah planning karena ini urusan yang berbeda. Tapi pentingnya "planning" dari sebuah "actuating".
"Just do it!", "Learning by doing" atau yang lainnya tanpa persiapan sebuah "plan" yo sama aja dengan buang uang. Mending dikasihkan aku aja!.. eh salah dikasihkan yang lebih membutuhkan.
Sebuah plan untuk usaha kecil, tidak harus menghitamkan kertas putih, meski terkadang ini sangat dibutuhkan.
Walah, koq malah "boso londo" yang keluar, padahal waktu kuliah nggak pernah dapat bagus.
BTW, usahamu meningkatkan juga berkat sebuah SKU kacangan, kan. Hayo ngaku siapa yang buat landasan SKUnya?